Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.]

Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.] - Hallo sahabat 1001 Manfaat Tumbuhan, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.], kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bunga, Artikel Kesehatan, Artikel Manfaat Tanaman, Artikel Resep, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.]
link : Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.]

Baca juga


Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.]

Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.]
Kemuning
Murraya paniculata [L.] Jack.
Kemuning (Murraya paniculata [L.] Jack.) biasa tumbuh liar  di semak belukar, tepi hutan atau ditanam orang sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah hingga ketinggian 400 m di atas permukaan air laut. Tumbuhan yang masuk suku jeruk-jerukan ini merupakan perdu atau pohon kecil dengan percabangan sangat banyak . Tinggi 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Variasi morfologi tumbuhan ini besar sekali, yang biasa dijumpai untuk memagari pekarangan adalah jenis  yang berdaun kecil dan lebat. Daun tanaman kemuning merupakan daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-9 yang tumbuh berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal daun 3-4 mm. Bunga majemuk berbentuk tandan dengan jumlah 1-8 bunga, berwarna putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung batang. Buah buni, berdaging, berbentuk bulat telur memanjang, panjang buah 8-12 mm, berwarna hijau ketika masih muda dan berubah menjadi merah mengkilat setelat tua, berbiji 2.

Familia : Rutaceae.

Sinonim
Murraya banati Elm. = M. exotica L. = M. exotica var. sumatrana Koord. Et Val. = M. glenieli Thw. = M. odorata Blanco. =  M. sumatrana Roxb. = Chalcas paniculata L. = C. camuneng Burm. F. = C. intermedia Roem. = Connarus foetens Blanco. = C. santaloides Blanco.

Nama Daerah
  1. Sumatra : kamunieng (Minangkabau).
  2. Jawa : jenar, kamuning (Sunda), kemuning, kumuning (Jawa), kamoneng (Madura), tajuman.
  3. Nusa Tenggara : kajeni, kemuning, kemoning (Bali), kamuni (Bima), kamuning, kahabar, karizi (Sumba).
  4. Sulawesi : kamuning (Makasar), kemuning (Manado), kayu gading, kamuni, kai garing, waring, garing, kayu charing (Sulawesi Utara), dinggota, kayu pondo, kamoni (Gorontalo), palopo (Bugis).
  5. Maluku : kamoni (Ambon), kamone (Buru), fanasa.

Nama Asing
Jiu li xiang (T), kamuning (F), kemunting (M)

Sifat kimiawi dan Efek Farmakologis
Rasa pedas, pahit, hangat, berkhasiat mematikan rasa (anesthesia), penenang (sedative), antiradang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak (antiswelling), antirematik, melancarkan peredaran darah, antitiroida.

Kandungan Kimia
  • Daun mengandung methyl anthranilat, beta caryophyllen, geraniol, careen-3, eugenol, citronellol, methyl salicylate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, coumurrayin, bisabolene, cadinene.
  • Kulit mengandung mexotionin, 5-7-ddimenthoxy-8-(2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin.
  • Bunga mengandung scopoletin.
  • Buah mengandung semi-alfa-carotenon.

Bahan yang Dipakai
Akar, batang, dan daun.

Kegunaan
  • Rematik, sakit pinggang (lumbago).
  • Sakit gigi.
  • Radang otak (epidemic encephalitis B.)
  • Local anesthesia.
  • Radang buah zakar (orkhitis).
  • Radang saluran nafas (bronchitis).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Batu kandung kemih, batu ginjal.
  • Haid tidak teratur (irregular menstruation).
  • Keputihan (leucorrhea).
  • Lemak tubuh berlebihan (obesitas).
  • Gigitan serangga, ular.
  • Bisul (furunculus), koreng, eksim (eczema), borok (ulcer pain), gatal-gatal (pruritus).
  • Keseleo, terantuk, memar terpukul (haematoma), kulit kasar.
  • Tukak lambung.

Dosis pemakaian
  1. Pemakain luar : tumbuhan kemuning segar dihaluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit, atau direbus, airnya dipakai untuk mencuci yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 9-15 gram kamuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus, airnya diminum.

Pemakaian Luar
  1. Eksim (ekzema) : daun dan batang kemuning direbus dengan air secukupnya lalu disaring, airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
  2. Luka, bisul (furunculus), eksim (ekzema), gatal-gatal (pruritus) : akar tanaman kemuning secukupnya direndam dalam arak (hingga semuanya terendam) selama 1 bulan, lalu rendaman tersebut dioleskan pada bagian yang sakit.
  3. Kulit terasa kasar (menghaluskan kulit) : 50 gram daun kemuning, 50 gram temu giring (Curcuma heyneana Val.), 25 gram kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC.), 150 gram beras ketan (Oryza sativa L.) yang sudah direndam hingga lunak. Semua bahan ditumbuk halus dan dikeringkan, tambahkan 1 sendok teh garam, lalu ditumbuk lagi hingga menjadi bubuk dan diayak. Ambil 1-2 sendok makan bahan tersebut dan tambahkan sedikit air, lalu oleskan pada kulit. Lakukan 1 kali sehari.
  4. Keseleo, memar terpukul : daun kemuning direbus dengan sedikit air lalu dalam keadaan masih hangat, daun  tersebut ditempelkan pada bagian kulit yang sakit.
  5. Sakit gigi : minyak dari kulit batang kemuning dibakar, lalu oleskan ke dalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter untuk ditambal.

Pemakaian Dalam
  1. Bisul (furunculus) : 30 gram akar kering kemuning dicuci bersih, lalu dipotong-potong, 30 gram daun cocor bebek (Kalanhoe pinnata) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya diminum.
  2. Keseleo, terantuk : 30 gram akar kemuning, 30 gram daun dewa (Gynura segetum [Lour.] Merr.), keduanya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
  3. Rematik, memar terpukul : 15-30 gram akar kemuning dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) dicuci bersih, lalu rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  4. Rematik menahun : 15-30 gram akar kering tanaman kemuning, 15 gram temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), 10 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) semuanya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya diminum.
  5. Batu ginjal, batu kandung kemih : daun kemuning segar ditambahkan 150 cc air lalu dijus, disaring dan diminum.
  6. Infeksi saluran kemih : 30 gram daun kemuning, 15 gram meniran (Phyllanthus urinaria L.), dan 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari setiap kali 100 cc.
  7. Haid tidak teratur (irregular menstruasion) : 20 gram daun kemuning, 20 gram daun dewa (Gynura segetum [Lour.] Merr.), 15 gram rumput laut teki (Cyperus rotendus L.) dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya untuk 2 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  8. Keputihan (leucorrhea) : 30 gram daun kemuning dan 50 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, tambahkan gula aren (Arenga pinnata Merr.) secukupnya, direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  9. Sakit pinggang (lumbago) : 30 gram akar tanaman kemuning, 10 gram jahe mera,h (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum airnya.
  10. Radang buah zakar (orkhitis) : 30-40 gram akar segar kemuning, 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) telur bebek yang telah direbus, buang kulitnya lalu rebus semuanya dalam 600 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya sedangkan telurnya dimakan ;
  11. Tukak lambung : 15 gram daun kemuning, 80 gram lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, 5 gram jahe kering (Zingiber officinale Rosc.), direbus dalam 400 cc air hingga tersisa 200 cc, diminum airnya setelah disaring.
  12. Radang otak (ensefalitis) : 30-60 gram daun kemuning direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, airnya diminum selagi hangat setelah disaring. Tetap konsultasikan ke dokter.
  13. Kelebihan berat badan/gemuk (obesitas) :
  14. 10 gram daun kemuning, 15 gram bangle (Zingiber purpureum Roxb.), 10 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris R. Br.),  semua bahan dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 1 liter air bersih sampai mendidih, disaring dan ditambahkan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), diminum 2 kali sehari sebanyak 200 cc.
  15. 30 gram dau kemuning, 30 gram daun mengkudu (Morinda citrifolia L.), 30 gram temu giring (Curcuma heyneana Val.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.

Catatan
  1. Diluar negri sudah dibuat obat paten dengan merek dagang Tongzhongling (Tiongkok).
  2. Penelitian di RRT menemukan bahwa bunga kemuning dapat digunakan sebagai obat kanker lambung.
  3. Akar kemuning direndam dalam arak putih sangat baik untuk obat luar.
  4. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat

loading...


Demikianlah Artikel Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.]

Sekianlah artikel Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.] kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.] dengan alamat link https://www.foodwise.me/2014/04/manfaat-tanaman-kemuning-murraya.html

0 Response to "Manfaat Tanaman Kemuning [Murraya paniculata (L.) Jack.]"

Posting Komentar